Masa Depan Pariwisata Nasional Pasca Program Vaksinasi

WEBINAR NASIONAL

MASA DEPAN SEKTOR PARIWISATA DAN TRAVEL PASCA PROGRAM VAKSINASI

Pandemi Covid-19 sudah berjalan lebih dari satu tahun lama nya menghantam semua negara-negara di dunia, tanpa kecuali Indonesia. Pandemi ini menimbulkan dampak yang significant terhadap seluruh keberlangsungan hidup masyarakat, khusus nya sektor pariwisata dan juga travel.

Sejumlah upaya sudah ditempuh oleh pemerintah, seperti pelonggaran kebijakan di bidang pariwisata, discount hotel, promosi destinasi wisata maupun discount tiket penerbangan oleh maskapai penerbangan. Namun,  hal ini dianggap belum mampu mendongkrak gairah wisata masyarakat. Selain memang karena keterbatasan pendapatan, masyarakat dianggap masih takut terhadap penyebaran virus Covid-19 ini. Lonjakan kasus dan tingginya angka kematian akibat Covid-19 di pertengahan Juli 2021 semakin membuat masyarakat enggan melakukan kunjungan ke tempat wisata. Ditambah dengan diterapkan nya kebijakan baru, Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM ) untuk membatasi mobilitas masyarakat ini, alih-alih menaikan gairah wisata, pelaku usaha di sektor pariwisata pun kembali terpuruk untuk kesekin kalinya. Ketidakpercayaan masyarakat terhadap kesiapan pelaku usaha wisata dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat ini pada akhirnya menjadi tantangan sendiri saat ini.

Di satu sisi, lonjakan kasus aktif dan bertambahnya jumlah korban meninggal akibat Covid-19 ini pun membuat Indonesia menduduki peringkat 3 tertinggi di dunia. Hal ini menjadikan beberapa negara melarang Warga Negara Indonesia (WNI) untuk masuk ke wilayahnya. Tercatat sebanyak 10 negara yaitu, Filiphina, Singapura, Uni Emirat Arab, Hongkong, Arab Saudi, Oman, Negara Eropa dengan Visa Schengen, Jepang, Taiwan dan Bahrain.Tidak menutup kemungkinan negara-negara ini akan bertambah apabila Covid-19 di Indonesia tidak bisa dikendalikan dengan baik. Kebijakan ini memiliki dampak yang kurang bagus karena mengganggu stabilitas perekonomian Indonesia, tentu saja karena banyak aktivitas bisnis yang akan tertunda karena kebijakan ini. Apalagi untuk urusan pariwisata, hantaman Covid-19 ini bisa saja menghancurkan pariwisata Indonesia apabila tidak ada inovasi dan kebijakan yang berkelanjutan dari pemerintah.

Dalam hal ini program vaksinasi yang diusung pemerintah lah yang saat ini menjadi satu-satu nya harapan bagi semua sektor industri, namun sayang nya program percepatan vaksinasi ini masih dianggap kurang memadai. Dilihat dari sisi jumlah vaksin yang tersedia pun masih terbatas, opini tentang ketidak efektifan vaksin pemerintah pun menjadi penghambat program tersebut. Sehingga muncul trend mencari vaksin di negara orang karena masyarakat lebih percaya negara lain dibanding negara sendiri untuk saat ini. Jika melihat dari pencapaian program vaksinasi tahap pertama, baru tiga provinsi yang capaiannya di atas 50 %, yaitu DKI Jakarta, Bali, dan Kepulauan Riau. Sedangkan untuk vaksinasi dosis ke dua, pencapaian keseluruhan provinsi di Indonesia belum mencapai 50 %, sehingga masih jauh dari harapan. Dalam hal ini peran pemerintah pusat dan daerah sangat diperlukan untuk dapat segera melakukan percepatan program vaksinasi masal, agar semua sektor industri sedikit bisa bernafas, meski akan ada tantangan lagi ke depan nya, namun vaksinasi merupakan langkah terbaik saat ini yang bisa dilakukan, tidak hanya untuk memperbaiki kesehatan namun juga perekonomian masyarakat.

Bagiamana kondisi pariwisata dan travel Indonesia pasca program vaksinasi?

Untuk dapat memberi gambaran yang menyeluruh tentang permasalahan terkait, POLIGOV berusaha menggali  dari sejumlah key person dalam pengambilan kebijakan di sektor pariwisata di Indonesia, melalui Webinar Nasional dengan tema:

MASA DEPAN SEKTOR PARIWISATA DAN TRAVEL PASCA PROGRAM VAKSINASI

  • Rabu, 25 Agustus 2021
  • Pukul 13:00-14:30 WIB
  • Narasumber Kunci:
    • Dr. Sandiaga S. Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, RI)
    • H.Syaiful Huda (Ketua Komisi X DPR RI/F-PKB)
    • H.Ansar Ahmad (Gubernur Kepulauan Riau)
    • Ir.H.Ahmad Riza Patria (Wakil Gubernur DKI Jakarta)
    • Dubes Teuku Faizasyah (Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri RI)
    • Gumilar Ekalaya (Kepala Dinas Parekraf, DKI Jakarta)

Pendaftaran peserta webinar: https://bit.ly/3jFTxJs