Faksionalisasi merupakan problem sekaligus tantangan yang dihadapi setiap partai politik di Indonesia. Umumnya, faksionalisasi di dalam tubuh partai politik dipicu oleh perbedaan kepentingan. Namun dalam praktiknya, munculnya faksi-faksi di dalam tubuh parpol didorong oleh banyak hal. Mulai dari faktor kepentingan, cara pandang, perbedaan kelompok, hingga faktor generasional.
Menjelang tahun politik, biasanya problem faksionalisasi semakin menguat. Ketika tidak diatasi, faksionalisasi bisa berubah menjadi ancaman bagi parpol untuk bertarung di pemilu. Hal ini pernah terjadi di hampir seluruh parpol di Indonesia. Baik partai senior maupun junior.
Di 2015 di fase awal pemerintahan Jokowi-JK, misalnya, kita bisa lihat bagaimana Golkar dan PPP mengalami problem dual kepemimpinan. Diikuti dengan Hanura, dan yang terakhir, polemik muncul di tengah partai Berkarya dan juga Demokrat.
Faksionalisasi partai politik berdampak pada soliditas partai. Apalagi menjelang tahun politik 2024, yang perhelatannya akan segera dimulai di tahun 2022, tuntutan setiap partai untuk menunjukan kesolidannya omg kian menguat.
Dengan latar belakang tersebut, bagaimana strategi partai menjaga soliditas menjelang pemilu, di tengah problem faksionalisasi?
POLIGOV menggelar webinar dengan tema Faksionalisasi Partai Politik Menjelang Tahun Politik 2024, pada hari Rabu 3 Maret 2021. Webinar tersebut menghadirkan beberapa narasumber dari berbagai partai politik, diantaranya, Dr. Andi Mallarangeng (Majelis Tinggi Partai Demokrat), Priyo Budi Santoso (Sekjen Partai Berkarya), Dr. Mardani Ali Sera (Ketua DPP PKS), dan dimoderatori oleh Muhammad Tri Andika (Pengamat Politik – Direktur Eksekutif POLIGOV).
Siaran live webinar Faksionalisasi Partai Politik Menjelang Tahun Politik 2024 dapat dilihat pada kanal Youtube POLIGOV pada link di bawah ini :
